Pendahuluan

Latar Belakang

Kelapa merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi, sosial dan budaya bagi masyarakat Indonesia. Kelapa tersebar di 90 negara di dunia, dengan total luas areal sekitar 12 juta ha. Sekitar 3,6 juta ha atau 31% dari total luas kelapa di dunia berada di Indonesia. Indonesia merupakan negara penghasil buah kelapa terbesar kedua di dunia setelah India, kemudian diikuti oleh Filipina, Brazil dan Sri Lanka.

Sebagai negara penghasil kelapa, Indonesia memiliki keunggulan komparatif karena merupakan negara kepulauan yang terletak di khatulistiwa dengan agroklimat yang sangat cocok untuk pertanaman kelapa. Akan tetapi fakta saat ini, pada sektor hulu produktivitas kelapa nasional masih lebih rendah dibanding potensi produksi yang dapat mencapai > 3,0 ton kopra/ha/tahun. Produk utama yang umumnya dihasilkan pada tingkat petani adalah kopra dan kelapa butiran yang harganya cenderung berfluktuasi. Selanjutnya pada sektor hilir industri kelapa sebagian besar masih menghasilkan produk tunggal, yang sebenarnya apabila dioptimalkan dapat dihasilkan produk lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Potensi kelapa yang memberikan manfaat sebagai “tanaman kehidupan” bagi petani dan industri perlu dimaksimalkan melalui sinergisme yang melibatkan petani, peneliti, akademisi, industri dan pemerhati kelapa serta pemerintah yang dapat diimplementasikan dalam program pengembangan kelapa nasional. Akselerasi adopsi teknologi dan inovasi industri sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai jual kelapa.

Menghadapi kondisi pasar global, masyarakat perkelapaan dunia diperhadapkan dengan kampanye isu negatif terkait kelapa dan hasil olahannya. Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang lebih mendalam dan sosialisai tentang manfaat kesehatan produk kelapa.

Menyadari arti pentingnya kelapa dalam perekonomian nasional, maka Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian menggagas untuk melaksanakan Konferensi Nasional Kelapa IX dan International Coconut Conference untuk mensinergikan inovasi teknologi, program dan kebijakan untuk mewujudkan perkelapaan nasional yang berdaya saing dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani dan keberlanjutan industri.
Tujuan:

  1. Meningkatkan interaksi dan mengoptimalkan komunikasi antara petani, peneliti, akademisi, industri dan pemerhati kelapa serta pemerintah.
  2. Mensinergikan inovasi teknologi, program dan kebijakan untuk mewujudkan perkelapaan nasional yang berdaya saing.
  3. Mengkomunikasikan dan menyebarluaskan informasi, hasil penelitian dan inovasi teknologi serta success story industri kelapa.